Beranda Hukum Judi di Pikades, Sembilan Warga Diamankan Polisi

Judi di Pikades, Sembilan Warga Diamankan Polisi

4
0
BERBAGI

Kediri, Jurnalmerdeka.com Sembilan dari pelaku perjudian atau botoh Pilkades serentak di Kediri pada Senin (30/10/2019) lalu, telah ditangkap oleh petugas Satgas Anti Botoh Polres Kediri.

Dari para kreditor diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 33.250.000. Terkait anggota masih melakukan lebih lanjut dalam perkara tersebut.

Sementara, kesembilan para pelaku perjudian yang berhasil ditangkap oleh petugas Satgas Anti Botoh Polres Kediri yakni, Suwarno (32), Sukamto (49), Sumilan (60), Aris Setyo (36), Lasnowi Adi Umbara (36), Dian Putra Pradana (31), Mustakim (37), Sugito (41) mudah-mudahan bertemu Desa Sekoto, Kecamatan Badas dan Winarto (54) warga Templek, Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Para pejudi itu, diringkus oleh polisi di Desa Sekoto Badas. Mereka ditangkap pada Senin (28/10/2019) atau dua hari sebelum pelaksanaan Pemilihan kepala desa. Polisi saat itu, mendapat laporan dari masyarakat yang mengutip ada jenis taruhan Pilkades di Desa Sekoto Kecamatan Badas.

“Laporan itu, langsung ditindak lanjutu dan dilakukan penyelidikan. Setelah cukup bukti, petugas melakukan penangkapan, ”(kata AKBP Roni Faisal, Kapolres Kediri dalam pers rilis, Rabu (6/11/2019) seperti yang dilansir Halopantura).

“Modus perjudian jenis taruhan Pilkades dengan menjagokan salah satu kades untuk diadu dengan calon kades lain untuk memperoleh jumlah suara pemilih,” (sambungnya).

Modus sistem permainan judi taruhan Pilkades tersebut menggunakan dua cara yaitu sistem bye bye / Ieg dan sistem pur. Saat itu, para kandidat mengadu atau menjagokan calon Kades bernama Samsul Arifin melawan calon Kades bernama Samsul Malik dengan memasang uang bertaruh senilai Rp 15 juta.

Serta calon Kades bernama Samsul Malik melawan calon Kades bernama Suprayitno dengan memasang uang bertaruh atau tombokan sebesar Rp2,5 juta.

“Uang yang terkumpul dari para pejudi diambil oleh Suwarno, dan Mustakim ambil Rp 33.250.000 dengan potongan 5 persen sebagai komisi,” (ujar AKBP Roni).

Atas tindakannya tersebut, para pelaku telah dipenjara dan dikenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan jaminan hukuman 10 tahun penjara. (Zai/Ayu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here