Beranda Daerah DAK 2019 Amburadul, Sejumlah Komunitas Pemuda Datangi Disdik Sumenep

DAK 2019 Amburadul, Sejumlah Komunitas Pemuda Datangi Disdik Sumenep

5
0
BERBAGI

Sumenep, Jurnalmerdeka.com Sejumlah pemuda dari komunitas di Sumenep yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Blok Barat (KERAT) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Sumenep, di Jalan Raya Trunojoyo, Rabu (06/11/2019).

Kedatangan para Komunitas Pemuda Blok Barat (KERAT) ke Dinas Pendidikan Sumenep tersebut, bertujuan untuk melakukan audensi secara langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep terkait realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019, mulai dari pagu anggaran, syarat pengajuan, peran Dinas hingga prosedur pengajuan yang dinilai amburadul tidak tepat sasaran. Namun audensi tersebut gagal ditemui langsung oleh Kadisdik Sumenep dengan alasan keluar kota.

KERAT dalam temuannya, “secara fisik ada sekolah yang terlihat bagus malah mendapatkan DAK, sebaliknya ada yang kondisinya lebih parah malah tidak mendapatkannya padahal keduanya sama-sama mengajukan”, (ungkap Fahrurrozi perwakilan peserta audensi).

Dia juga menambahkan, realisasi DAK di Sumenep yang disinyalir tidak tepat sasaran itu berimbas pada tugas Disdik sebagai control.

“Dilapangan, salah satunya kami menemukan bukti-bukti kejanggalan dalam realisasi DAK ini. Sekolah yang seharusnya menerima justru tidak menerima alokasi, dimana fungsi tugas dan peran Disdik”, (tambahnya).

Sementara, temuan dari komunitas pemuda terkait DAK Tahun Anggaran 2019 yang dianggap janggal tersebut, sejumlah pemuda enggan beberkan secara detail, pihaknya masih melakukan kajian secara hukum dan akan ada langkah-langkah gerakan setelahnya.

“Nanti ya, kita masih kajian hukum terkait kejanggalan itu, dan kita (pemuda) akan melakukan gerakan-gerakan nanti,” (tuturnya).

Menanggapi hal tersebut, Sunarto (Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama) berdalih, bahwa DAK Tahun 2019 “semuanya sudah tepat sasaran, dan pemerintah pusatlah yang menentukan dapat tidaknya program tersebut,” (ungkapnya).

Mengenai mekanisme DAK Tahun Anggaran 2019 dirinya menuturkan “Sebelum data penerima dana alokasi khusus itu diverifikasi ke data pusat, sebelumnya dari sekolah membuat laporan atau pengajuan. Disana nanti ada yang namanya pengawas sekolah, dan ketika sudah valid maka pusat yang memutuskan”, (ungkapnya lagi).

Sementara, saat disinggung mengenai tugas dan wewenang dari Dinas Pendidikan Sumenep, pihaknya juga mengatakan bahwa kewenangan Dinas adalah “sebagai pengawas dan fasilitator saja” (kata Sunarto). Ras/Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here