Beranda Hukum Oknum Kiai di Sumenep Tega Cabuli Santrinya Sendiri

Oknum Kiai di Sumenep Tega Cabuli Santrinya Sendiri

5
0
BERBAGI

Sumenep, Jurnalmerdeka.com- Seorang Kiai di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali harus berurusan dengan hukum. Lantaran mencabuli santrinya sendiri. Seorang kiai yang dikenal menjadi tokoh pendidik, pengasuh, panutan dan figur yang harus diteladani, namun kali ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Kiai H. Gufron.

H. Gufron merupakan pengasuh di Lembaga Pendidikan Islam Madrasah Nurul Islam Desa Ban Raas, Kecamatan Dungkek, Kepulauan Gili Iyang, Kabupaten Sumenep. Ia dilaporkan ke Polisi lantaran tindakan asusilanya yang tega menggauli santrinya secara bergantian.

Kamarullah, Kuasa Hukum salah satu korban mengatakan, yang bersangkutan (terlapor) diduga telah melakukan tindak pidana khusus (Tipisus) berupa pencabulan dan persetubuhan. Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81-82 Undang-undang Tentang Perlindungan Anak.

“Klien kami ini masih berusia 14 tahun atas nama SR. Anak tersebut murid dan masih santrinya H. Gufron, yang dijadikan tempat pelampiasan hawa nafsunya” terangnya, Selasa (29/10/2019) kemarin.

Ia juga melanjutkan, pelaku menyetubuhi santri perempuan itu dilakukan di beberapa tempat berbeda. Seperti di ruang tamu, kamar, ruang kelas dan bahkan di kandang.

“Malah pernah pada suatu waktu, pelaku melakukan aksi bejatnya saat korban dalam keadaan sakit,” ujarnya.

Sementara, menurut informasi yang kami terima, sambungnya, pelaku sudah gonta-ganti santrinya untuk memenuhi hasrat bejatnya, sampai ada yang hamil dan melahirkan. “Akan tetapi, masyarakat setempat tidak berani melaporkan karena yang bersangkutan termasuk tokoh di daerahnya,” sambungnya.

Kamarullah juga menegaskan, semenjak tersangka dilaporkan, ia selalu menghindar. Bahkan sudah dua kali mangkir dari pemanggilan penyidik dengan alasan yang tidak logis.

“Alasan sedang ada manasik umroh, padahal ketika kita kroscek ternyata tidak ada manasik,” tuturnya.

Pihaknya hanya bisa berharap, penyidik tidak bermain-main dengan kasus asusila tersebut. “Harapan kami, penyidik segera melakukan penyidikan secara profesional dan maksimal dan segera melakukan penahanan terhadap terlapor,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here