Beranda PRESS RELEASE Sekda, Ajudan, Hingga Protokoler Pemkot Medan Digarap KPK

Sekda, Ajudan, Hingga Protokoler Pemkot Medan Digarap KPK

6
0
BERBAGI

Jurnalmerdeka.com Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Medan Wiriya Al Rahman dan Staf Subag Protokoler Pemkot Medan Uli Arta Simanjuntak dalam kasus dugaan suap proyek dan promosi jabatan di Kota Medan.

Keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Walikota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin (TDE).

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TDE,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (29/10).

Selain itu, ajudan Walikota Medan Muhamad Arbi Utama, dua orang Honorer Protokoler Pemkot Medan Sultan Sholahudin dan M Taufik Rizal, serta Honorer Staf Walikota Medan Eghi Dhefara Harefa turut digarap sebagai saksi untuk kasus ini.

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama, TDE,” imbuh Febri. Dalam perkara ini, Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE) bersama Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansari (IAN) dan seorang Protokoler Syamsul Fitri Siregar (SFI) telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan.

Ketiganya diduga terbukti melakukan suap proyek dan promosi jabatan di Kota Medan. Isa Ansyari diduga menyuap Dzulmi Eldin sebesar Rp 330 juta.

Uang haram itu disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin. Selain itu, Isa juga memberikan uang Rp 250 juta, di mana Rp 200 juta ditransfer dan sisanya secara tunai melalui Syamsul Fitri Siregar.

Uang itu diperuntukkan membayar kelebihan dana nonbudget dari perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang pada Juli lalu lantaran mengajak keluarga ke Jepang.(Rmco)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here