Beranda Daerah 2018, Perceraian di Sumenep Capai Dua Ribu Kasus

2018, Perceraian di Sumenep Capai Dua Ribu Kasus

72
0
BERBAGI

SUMENEP, Jurnalmerdeka.com – Tingkat perceraian di Kabupaten Sumenep ujung Timur Pulau Madura, Jawa Timur masih cukup tinggi.

Dari dua perkara yakni perkara permohonan dan perkara gugatan jumlahnya mencapai lebih dua ribu kasus per-tahunnya. Kasus perceraian yang diputus oleh Pengadilan Agama Sumenep Kelas I B tersebut sebagian besar disebabkan oleh pernikahan usia dini, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Perselingkuhan, sampai pada persoalan ekonomi.

Plt. Panitera Pengadilan Agama Sumenep Rahayuningrum S.H, saat ditemui diruang kerjanya dirinya mengungkapkan. Pada tahun 2018 dari dua perkara gugatan dan perkara permohonan yang telah diputus di Pengadilan Agama Sumenep mencapai 2.262 kasus.
Sedangkan pada tahun 2019 hingga Juni, jumlahnya mencapai 1.141 kasus lebih.

“Rata-rata per-bulan itu ini sekitar 130-150 lebih yang diputus”, (ungkapnya) Rabu 10/7/2019.

Menurut Rahayuningrum S.H, penyebab terjadinya perceraian tersebut hampir disebabkan karena masalah ekonomi dan pernikahan usia dini.

“Pernikahan usia dini itu mereka kan masih belia, masih belum bisa bertanggung jawab”, (katanya).

Selain itu, dirinya juga menambahkan perceraian itu disebabkan karena masalah perselingkuhan, zina, judi, meninggalkan salah satu pihak, ada yang dihukum, ada kekerasan dalam rumah tangga, kawin paksa, tidak bisa memberi nafkah dan lain sebagainya.(Ras/Hmr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here