Beranda Daerah Dishub Sumenep Diduga Main Serobot Lahan Warga, Subiyakto Ancam Lapor ke Polisi

Dishub Sumenep Diduga Main Serobot Lahan Warga, Subiyakto Ancam Lapor ke Polisi

2935
0
BERBAGI

SUMENEP – Kasus pembebasan lahan Bandra Trunojoyo Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat ini makin memanas, pasalnya, pemilik tanah, Subiyakto, SH, warga Perumahan Satelit, Jl. Aquarius Perumahan Sumenep, akan melaporkan ke polisi lantaran tanah miliknya diserobot oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep.

Bahkan menurut Subiyakto, Sebelumnya bermaksud melaporkan kasus teraebut ke Polres Sumenep. Namun ditolak oleh pihak penyidik, karena penyidik menilai ada data yang belum lengkap. “Besok kami akan datang lagi dengan data dan bukti yang diminta oleh pihak penyidik,” katanya sambil memperlihatkan segepok bukti dan data di rumahnya. Senin (25/3).

Dikatakan Subiyakto dan beberapa pemilik lainnya, sejak tahun 2015 hingga 2019, Ia memiliki dua bidang tanah dengan luas 4.227 m2 dan luas 3937m2, yang terletak di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, tanah itu sudah disahkan oleh gubernur, dan telah ditetapkan dan masuk pada pembebasan lahan Bandara Trunojoyo, bahkan telah ada penetapan penentuan lokasi (penlok) yang disahkan oleh Gubernur.

Namun, sambung Subiyakto, ironisnya tanah tersebut diajukan kembali dan diukur oleh Dishub Sumenep atas nama pemohon Sustono alamat Jl. Adirasa No. 23 Perum Bumi Sumekar Kecamatan Kota Sumenep, dengan nomor peta bidang 835/2017, yang notabene permohonan tanah tersebut dengan menggunakan uang negara. Sementara tanah tersebut belum ada pelepasan hak.

Ini juga membuktikan bahwa jelas ada indikasi kerugian Negara serta juga usaha penyerobotan atas tanah yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Toh saya sebagai pemiliknya tidak pernah merasa meminta tanah milikku untuk diukur. Nah, ada apa gerangan tanah saya kok diukur tanpa sepengetahuan saya sebagai pemiliknya. Ini sama artinya dengan perampokan yang bermotif mafia atas hak milik orang lain,” ungkap Subiyakto.

Sementara pengajuan permohonan pengukuran tanah, menurut Subiyakto, harus sesuai dengan aturan, yakni seperti pemilik lahan harus diberitahu sebelumnya, sebagaimana diatur oleh Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, yang syarat-syaratnya harus melampirkan permohonan Peta bidang / pengembalian batas yang harus diajukan. 1. Foto copy KTP + KK Pemohon (Legalisir). 2. Surat Permohonan. 3. Foto copy sertifikat (Legalisir). Foto copy letter C/ pepel (Legalisir). Foto copy SPPT yang dilegalisir.

Ini kan aneh wong, semua dokumen ada apa pada saya dan saya tidak pernah mengajukannya,” ucapnya keheranan.

Lucunya, kata Subiyakto, padahal semua data yang asli ada ditangannya, tapi anehnya kenapa BPN melayani pengukuran yang diajukan oleh Sustono yang berakibat pada berkurangnya tanah miliknya.

Untuk sementara saya tidak mempersoalkan pembebasan lahan, tapi yang saya persoalkan adalah lahan tanah saya menjadi berkurang dari AJB 557 luasnya berkurang dari 4.227 m2 menjadi 1.026 m2 dan AJB 494 luas 3.937m2 menjadi 1.518 m2. Total tanah yang hilang semua berjumlah 4.620 meter persegi,” paparnya.

Sementara, Asisten 1 Bidang Pemeritah, Drs. Cartok berjanji pihaknya siap memfasilitasi dengan pihak terkait lainnya terkait sengkarut pembebasan tanah yang peruntukannya untuk Lapangan terbang Trunojoyo Sumenep. “Kami berjanji akan dengan segera menyelesaikan persoalan tanah yang menjadi sengkarut tersebut, mohon sabar dulu lah!,” kala itu.

Sebelumnya melalui pejabat PPTK Agus Sulistiono, kepada media Deteksi.id mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada Subiyakto, jika akan menempuh jalur hukum. “Terkait persoalan lahan tanah yang peruntukannya untuk pembebasan Lapangan Terbang, kami serahkan kepada Subiyakto maunya apa? Jika merasa dirugikan silahkan tempuh jalur hukum seperti yang diinginkan selama ini,” ujar agus seraya menantang.

Terpisah Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Sumenep, Wahyu Marullah mengatakan bahwa BPN melayani atas permohonan yang diajukan oleh pihak Dinas Perhubungan. “Selama berkas pengajuan itu lengkap, siapapun yang mengajukan pasti kami layani,” tukasnya. (Alf/Ayu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here