Beranda Kriminal Beredar Kabar Oknum Guru SMAN Batuan Diduga Pukul Siswanya Hingga Tewas, Begini...

Beredar Kabar Oknum Guru SMAN Batuan Diduga Pukul Siswanya Hingga Tewas, Begini Respon Kepala Sekolahnya

2896
0
BERBAGI

SUMENEP – Kasus dugaan oknum guru agama telah melakukan tindak pemukulan kepada salah satu muridnya hingga tewas saat dikabarkan sudah menggelinding keranah hukum. Namun pihak sekolah memberikan klarifiksi bahwa kematian salah seorang siswannya akibat terkena radiasi HP sehingga mengenai bagian otak.

Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN Batuan Salehoddin, menjelaskan sesuai surat izin pihak keluarga yang dikirim ke sekolah, siswa itu sakit akibat radiasi HP. Bahkan menurutnya saat pihak sekolah datang berkunjung, penyakit yang diderita siswa Andrean (Korban, Red) memang terkena radiasi bukan kasus penganiyaan. Memang diakuinya, siswa itu pernah dipukul sama guru agama, akan tetapi hal itu sudah terjadi pada Oktober 2018 lalu.

Jadi, sudah sekitar lima bulan yang lalu. Itu pun gayung hanya menyentuh didahi, tidak keras. Setelah itu, siswa yang bersangkutan tetap sehat dan bersekolah seperti biasanya,” kata Kepsek Salehoddin saat ditemui di kantornya. Kamis (21/3).

Lebih lanjut, Pak Sale sapaan akran Kepsek SMAN Batuan itu juga menerangkan, tidak hanya korbamln yang dipukuli tapi juga ada siswa yang lain, siswa itu mengakuinya kalau pukulan terhadap Andrean itu tidak keras. Sementara gayung yang digunakan juga sudah pecah. “Jadi, bukan pecah setelah dipukulkan, namun gayungnya memang pecah sebelumnya,” ujarnya dengan nada santai.

Sehingga, pihak sekolah menegaskan tidak ada penganiyaan kepada siswa. Meski siswa itu pernah dipukul, namun tidak ada kaitannya karena sudah lima bulan lalu. “Kami juga sudah mengklarifikasi kepada guru bersangkutan, teman sebangku dan teman lainnya. Jadi, dia sakit karena faktor radiasi HP bukan penganiayaan,” tuturnya.

Sementara dari hasil diagnosa dokter, RSUD Sumenep dan RSU Pamekasan yang masuk ke pihak sekolah melalui surat izin. Korban tersebut terkena Radiasi HP infeksi syaraf otak menurut laporan. “Hal itu diketahui saat kami kunjungan ke kedua rumah sakit, disitu jelas tidak ada unsur penganiayaan tersebut,” tegasnya.

Bahkan menurut Pak Sale, keluarga korban sudah dipertemukan dengan oknum guru yang bersangkutan dan juga teman sebangku korban. Dalam pertemuan sudah dihelaskan kejadian sebenarnya kepada pihak keluarga korban.

Setelah kami pertemukan keluarganya dengan guru dan teman sekelasnya, temannya mengatakan karena tidak mengerjakan tugas dan tidur waktu pelajaran, dibangunin disuruh kedepan, tidak lantas dipukul ditempat”, jelasnya pula.

Ditanya soal langkah anda terkait laporan ke Polres? Salehoddin mengungkapkan, pihaknya hanya menunggu saja. Sebab, sampai detik ini belum ada pemanggilan untuk dimintai keterangan. “Soal itu kami akan tunggu. Akan kami jelaskan semua. Harus kami buka fakta dan kebenaran harus diungkap,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib buruk menimpa seorang anak bernama Andrean (17) warga Desa Lembung, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, siswa SMAN Batuan, Sumenep, harus meregang nyawa lantaran diduga dipukul oleh oknum gurunya sendiri.

Pasalnya, kematian korban yakni Andrean, siswa Kelas 11 A diduga janggal, membuat orang tua korban Restiani lantas berkonsultasi dengan salah seorang pengacara kondang Sumenep. Karena tidak terima anaknya meninggal dunia orang tua korban berupaya mengusut kasus kematian anaknya itu ke pihak kepolisian, sehingga orang tua korban Restiani, memperkarakan kasus tersbut ke Mapolres Sumenep pada Selasa (19/3/2019) kemarin. (Ras/Alf/Ayu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here